Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.Cari sumber: "Nonteisme" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Nonteisme adalah sebutan yang mencakup kelakuan religius dan nonreligius yang dikenali dari absen atau penolakan teisme atau kepercayaan apapun terhadap dewa pribadi. Digunakan pada bidang apologetik Kristen dan teologi liberal umum. "Nonteisme" tidak sama dengan "tidak beragama".

Non-teisme memiliki berbagai jenis. "Ateisme kuat" adalah kepercayaan positif di mana Tuhan tidak ada. Beberapa orang yang tidak berpikir mengenai adanya Tuhan disebut "ateis lemah", atau lebih spesifik ateis implisit. Lainnya, jenis nonteisme lainnya sering dikenal sebagai agnostikisme, atau lebih spesifik ateisme eksplisit. Agnostikisme "kuat" atau "positif" adalah kepercayaan di mana tidak mungkin bagi manusia mengenali Tuhan. Pendapat yang lebih jelas daripada agnostikisme lemah, adalah kepercayaan di mana eksistensi atau noneksistensi Tuhan tidak diketahui. Filsuf Anthony Kenny membedakan agnostik, yang menemukan klaim "keberadaan Tuhan" tidak jelas, dan nonkognitivis teologi, yang menganggap semua firman Tuhan tidak ada artinya.[1]

Lihat pula

  • Language, Truth, and Logic
  • Mu (negatif)
  • Nondualisme
  • Sahabat Nonteis
  • Raëlisme
  • Humanisme sekuler
  • Teisme
  • Transteistik

Catatan kaki

  1. ^ Kenny, Anthony (2006). "Worshipping an Unknown God". Ratio. 19 (4): 442. doi:10.1111/j.1467-9329.2006.00339.x. 

Pranala luar