Trei Asar (bahasa Aram: תְּרֵי עֲשַׂר, translit. tərē ʿăsar, har. "dua belas"; Ibrani: שְׁנֵים עָשָׂר, translit. syeneim asar) atau Dua Belas Nabi (bahasa Yunani Kuno: δωδεκαπρόφητον, translit. dōdekapróphētou) adalah salah satu kitab dan kitab terakhir dari kelompok Nevi'im dan lebih tepatnya kelompok nabi-nabi akhir pada Alkitab Ibrani (Tanakh). Alkitab Ibrani menempatkan Trei Asar di antara Kitab Yehezkiel dan Kitab Mazmur. Trei Asar dipercaya merupakan dua belas kitab terpisah yang menurut tradisi ditulis oleh dua belas nabi, kemudian dalam perjalanan waktu digabungkan menjadi satu kitab utuh.

Dalam Perjanjian Lama pada Alkitab Kristen, kitab-kitab tersebut tetap dalam bentuk dua belas kitab terpisah, dan dikumpulkan dalam kelompok bernama nabi-nabi kecil atau dua belas nabi kecil, yang merupakan bagian dari kelompok yang lebih besar, yaitu kitab-kitab kenabian. Letak kitab-kitab ini adalah pada akhir Perjanjian Lama. Istilah "kecil" di sini merujuk kepada isi kitab-kitab tersebut yang lebih pendek atau tipis daripada kitab-kitab yang dikelompokkan dalam nabi-nabi besar, bukan karena pencapaian atau kepentingan dari nabi dalam kitab-kitab tersebut.

Pembagian dan urutan

Kitab Trei Asar dapat terbagi menjadi dua belas bagian, yang masing-masing menjadi kitab tersendiri pada Alkitab Kristen. Daftar bagian atau kitab tersebut adalah sebagai berikut.

Urutan
modern
Urutan
klasik
Bagian/kitab
1 1 Hosea
2 4 Yoël
3 2 Amos
4 5 Obaja
5 6 Yunus
6 3 Mikha
7 7 Nahum
8 8 Habakuk
9 9 Zefanya
10 10 Hagai
11 11 Zakharia
12 12 Maleakhi

Sepanjang sejarah, terdapat dua macam urutan penyusunan bagian-bagian atau kitab-kitab tersebut. Urutan modern yang ditampilkan di atas umumnya digunakan pada Alkitab Ibrani, Protestan, dan Katolik, khususnya pada versi-versi modern, sementara urutan klasik digunakan pada Septuaginta, Alkitab Ortodoks, dan beberapa Alkitab versi kuno.

Penyusunan

Meskipun tidak diketahui sejak kapan kitab-kitab tersebut dikumpulkan dan disatukan menjadi sebuah gulungan kitab Trei Asar yang utuh, tetapi bukti yang mencatat keberadaan kesatuan Trei Asar ialah sekitar tahun 190 SM dalam teks Kitab Yesus bin Sirakh.[1] Bukti dari Gulungan Laut Mati juga mengisyaratkan bahwa susunan Tanakh modern, yang mencakup Trei Asar, telah dimapankan mulai pada tahun 150 SM.[2]

Para pakar meyakini bahwa enam gulungan kitab dari Hosea, Yoël, Amos, Obaja, Yunus, dan Mikha disatukan terlebih dahulu, sebelum enam kitab selanjutnya dari Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia, dan Maleakhi ditambahkan kemudian. Kedua kelompok tersebut tampaknya saling melengkapi satu sama lain, di mana Kitab Hosea hingga Mikha memunculkan pertanyaan tentang kelaliman Israel, dan Kitab Nahum hingga Maleakhi mengusulkan titik pemecahan masalah dari pertanyaan tersebut.[3]

Tradisi Kristen

Dalam Gereja Katolik Roma, kitab-kitab dalam kelompok nabi-nabi kecil dibacakan pada misa brevir Tridentina pada minggu ketiga dan keempat bulan November, yang merupakan dua minggu terakhir dalam suatu tahun liturgi, sebelum Masa Adven.

Sedangkan pada misa bentuk umum, pembacaan untuk kitab-kitab tersebut dilakukan pada hari-hari tertentu. Pada Tahun I leksionari modern, Hagai, Zakharia, Yunus, Maleakhi, dan Yoël dibacakan pada Pekan Biasa ke-25 hingga ke-27. Pada Tahun II, Amos, Hosea, dan Mikha dibacakan pada Pekan Biasa ke-14 hingga ke-16. Pada Tahun I dalam siklus dua tahunan ofisi sabda dalam ibadat harian, Mikha 4 dan 7 dibacakan pada Pekan Adven ke-3; Amos, Hosea, Mikha, Zefanya, Nahum, dan Habakuk dibacakan pada Pekan Biasa ke-22 hingga ke-29. Pada Tahun II, Hagai dan Zakharia 18 dibacakan pada Pekan Biasa ke-11 hingga ke-12; Obaja, Yoël, Maleakhi, Yunus, dan Zakharia 914 dibacakan pada Pekan Biasa ke-18.

Nabi-nabi dari kitab-kitab tersebut diperingati dalam kalender orang kudus dari Gereja Apostolik Armenia pada tanggal 31 Juli.

Referensi

  1. ^ Zvi 2004, hlm. 1139–42
  2. ^ Redditt 2003, hlm. 1.
  3. ^ Coggins & Han 2011, hlm. 4.

Lihat pula

Pustaka tambahan